Selain itu kondisi mendengkur yang hampir selalu dilakukan melalui pernapasan mulut membuat mulut kering. Kondisi ini dipengaruhi oleh aliran udara yang konstan mengeringkan mulut yang dapat menyebabkan dehidrasi.
Mendengkur juga menggetarkan jaringan di belakang tenggorokan. Sehingga, jaringan yang teriritasi kemudian bertindak dalam bentuk sakit tenggorokan di pagi hari.
6. Polusi udara
Mirip dengan alergi, polusi udara seperti asap rokok dan asap knalpot mobil mengganggu hidung dan tenggorokan. Kondisi ini menciptakan gejala seperti sakit tenggorokan saat bangun. Sebuah studi berbasis populasi nasional di Korea Selatan menunjukkan bahwa peningkatan polusi udara mengintensifkan risiko rinosinusitis kronis dan deviasi septum terkait dengan iritasi tenggorokan.
7. Infeksi Bakteri
Infeksi bakteri dapat membuat tenggorokan sakit saat bangun tidur. Yang paling terkenal adalah radang tenggorokan yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus pyogenes.
8. Infeksi virus
Berbagai infeksi virus seperti flu biasa, campak, cacar air, croup, dan bahkan mononucleosis (alias mono) mempengaruhi tenggorokan. Kondisi ini dapat menyebabkan tenggorokan sakit saat bangun tidur.
Tenggorokan mungkin terasa gatal, iritasi, atau bahkan sakit saat berbicara atau menelan. Tergantung pada jenis infeksi virus, mungkin juga memiliki gejala lain seperti demam tinggi, batuk, nyeri tubuh, pilek, amandel bengkak, dan suara serak.
9. Merokok
Merokok menjadi pemicu sakit tenggorokan yang terkenal setelah bangun di pagi hari. Selain tenggorokan yang kering dan teriritasi, bukti penelitian menunjukkan peningkatan kemungkinan masalah saluran pernapasan bagian atas lainnya bagi perokok.
(RIN)
(Rani Hardjanti)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.