Para peneliti berfokus pada pendapatan peserta antara tahun 1992 hingga 2004, yang dianggap sebagai masa keemasan, tahun ketika banyak orang dengan penghasilan besar.
Subyek lalu itempatkan ke dalam salah satu dari tiga kategori, yaitu mereka yang tidak pernah mendapatkan upah rendah, orang-orang yang sebentar-sebentar mendapatkan upah rendah, dan kelompok orang yang selalu mendapatkan upah rendah.
Peserta studi kemudian diwawancarai setiap dua tahun, dan diberikan informasi tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan pekerjaan dan termasuk upah per jam.
BACA JUGA:Studi: Perempuan yang Diet Vegetarian Berisiko Tinggi Alami Patah Tulang Pinggul
BACA JUGA:Vaksin Covid-19 untuk Anak di Bawah 6 Tahun Segera Available, Merek Apa?