Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengenal Hugo, Sang Pilot Misi Kemanusiaan di Belantara Papua

Antara , Jurnalis-Rabu, 17 Agustus 2022 |05:01 WIB
Mengenal Hugo, Sang Pilot Misi Kemanusiaan di Belantara Papua
Yoseph Hugo, pilot muda misi kemanusiaan di belantara Paua (Foto:
A
A
A

YOSEPH Hugo Sugbepon Kayanbyak Mirino bukanlah seorang pilot biasa. Pemuda berusia 26 tahun ini mengabdikan dirinya pada Yayasan Pelayanan Penerbangan Tariku sejak Februari 2018.

Yayasan Penerbangan Tariku Aviation mulai beroperasi pada 1975 dan selama 47 tahun Tariku bekerja melayani masyarakat di Papua memberikan pelayanan gratis bagi pelajar dan warga yang sakit di pedalaman Bumi Cenderawasih tetapi juga kegiatan kerohanian terutama penginjilan pada daerah yang tidak bisa dijangkau menggunakan transportasi darat.

Yayasan Pelayanan Penerbangan Tariku (YPPT) atau Tariku Aviation Services mengoperasi pesawat-pesawat terbang (Cessna 185) yang sesuai dengan kondisi lapangan yang berlandaskan rumput dan pendek di mana pertama kali melayani penerbangan di Kabupaten Mamberamo Raya, Papua.

Hugo lahir di Jayapura 16 Maret 1994. Dia menjadi salah satu anak asli Papua yang berhasil mewujudkan mimpinya sejak masih anak-anak yaitu menjadi seorang pilot di Tanah Papua.

Ia merupakan anak kedua dari empat bersaudara, kakak perempuan tertua yakni Yosefina Mirino saat ini menjadi karyawan di PT Bank Pembangunan Daerah Papua atau Bank Papua sementara ke dua adiknya yakni Inseren Mirino saat ini masih mencari lapangan pekerjaan dan Kamasan Mirino sedang menjalani di Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga.

BACA JUGA: Ini Alasan Mengapa Pilot dan Pramugari Punya Sabuk Pengaman Berbeda dengan Penumpang
Infografis Bagian Pesawat yang Terlarang Didekati

Khusus untuk Hugo, dia dirilis menjadi seorang kapten pilot pada Yayasan Pelayanan Penerbangan Tariku pada Oktober 2018 setelah mengikuti pelatihan untuk memperoleh jam terbang selama tujuh bulan.

Awal perjalanan

Setelah lulus pada SMA Negeri 1 Jayapura pada 2011 Hugo melanjutkan studi pada Sekolah Bahasa Inggris Transition To International Program (TITIP) di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua selama delapan bulan. Bahkan dia pernah mendapat beasiswa ke Australia pada 2013.

Sebelumnya dia juga lolos masuk ke Sekolah Tinggi Ilmu Akuntansi dan Universitas Satya Wacana, Salatiga.

Namun keinginan Hugo untuk menjadi seorang pilot membuatnya lebih memilih untuk menggapai cita-citanya sejak kecil.

Kesempatan itu datang ketiga dia mengikuti observasi pada maskapai penerbangan Garuda untuk mengetahui cara pengoperasian pesawat mulai dari take off dan landing.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement