Para peneliti juga melihat catatan kematian nasional untuk mengidentifikasi berapa banyak dari orang-orang ini telah meninggal pada akhir tahun 2015.
Hasil penelitian pun menunjukkan, bahwa dibandingkan orang yang tidak memenuhi tingkat aktivitas yang disarankan, orang yang terlibat dalam aktivitas aerobik yang cukup, 29% lebih kecil kemungkinannya meninggal karena sebab apa pun.
Olahraga 150–600 menit seminggu cegah kematian dini ini memenuhi tingkat aktivitas penguatan otot yang direkomendasikan memiliki risiko 11% lebih rendah meninggal karena sebab apa pun. Selain itu, orang yang memenuhi rekomendasi untuk aktivitas aerobik dan penguatan otot mencapai manfaat yang lebih besar yakni risiko kematian 40% lebih rendah dari penyebab apa pun.
"Hasilnya menunjukkan bahwa latihan aerobik atau latihan resistensi pada tingkat yang direkomendasikan bermanfaat. Namun, tampaknya kombinasi (dari keduanya) bahkan lebih bermanfaat dalam mengurangi kematian karena semua penyebab," jelas Jakicic.
(RIN)
(Rani Hardjanti)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.