“Bagi anak-anak, kebingungan menghadapi perubahan ruang dan rutinitas baru saat kembali menjalani kehidupan dan interaksi sosial dapat meningkatkan masalah sosial-emosional yang dampaknya bisa berbeda tergantung dengan usia anak dan dukungan dari lingkungannya,” ungkap dr Bernie dikutip dari siaran pers, Rabu (29/6/2022).
Dokter Bernie menjelaskan, gangguan perkembangan emosi dan sosial itu bisa mempengaruhi terjadinya masalah kesehatan di masa dewasa, seperti gangguan kognitif, depresi, dan potensi penyakit tidak menular.
Faktanya lagi, perkembangan emosi dan sosial berkaitan erat dengan kecerdasan otak dan sistem pencernaan yang sehat. Jangan dianggap sepele, hal-hal ini saling terkait dan berpengaruh signifikan terhadap tumbuh kembang anak.
BACA JUGA:Viral Kisah Cinta Unik, Perempuan Ini Jatuh Hati ke Pagar
BACA JUGA:6 Momen Kebersamaan Marshanda dan Sienna, Cantik dan Kompak Bak Kakak Beradik