MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Barekraf), Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, visa digital nomad yang menjadi satu inovasi baru dalam merespons arus digitalisasi dan pola perilaku karyawan yang diperbolehkan untuk bekerja secara jarak jauh atau remote worker telah mencapai tahap akhir pembahasan.
Lebih lanjut, kata Sandi, visa digital nomad ini telah memasuki tahap akhir pembahasan. Kemudian pihaknya akan terus mengoordinasikannya dengan kementerian dan lembaga terkait.
“Ini kita harapkan bisa menjadi salah satu terobosan dari regulasi karena salah satu poin daripada travel and tourism development index kita yang sangat membaik adalah koordinasi antara kementerian/lembaga. Kita harapkan dalam waktu segera akan kami berikan update-nya,” kata Sandi.

Fenomena work from anywhere ini, kata dia, tidak hanya terjadi di Indonesia tapi juga seluruh dunia. Menurut hasil survey terkait, digital nomad ini, tercatat sebanyak 95 persen menunjukkan Indonesia khususnya Bali menjadi tujuan pertama bagi penikmat remote worker.
Sandiaga menjelaskan, kebijakan visa digital nomad juga selaras dalam mendukung tercapainya target 1,5 juta wisatawan mancanegara untuk berwisata di Bali.
Ia juga berharap, kualitas kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali bisa mencapai antara 50 hingga 60 persen dengan length of stay yang lebih panjang.
Serta quality of spending atau jumlah belanja yang semakin tinggi. Sehingga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat.