Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

HUT Ke-495 DKI Jakarta, Cek 5 Kesenian Khas Betawi yang Mulai Redup

Kurniawati Hasjanah , Jurnalis-Selasa, 21 Juni 2022 |18:01 WIB
HUT Ke-495 DKI Jakarta, Cek 5 Kesenian Khas Betawi yang Mulai Redup
Palang Pintu Betawi (dok Okezone/M Rizky)
A
A
A

3. Palang Pintu

Palang Pintu merupakan tradisi khas Betawi dalam menyambut tamu, sebab itu pelaksanaan kesenian ini umum ditampilkan saat acara pernikahan, penerimaan tamu kehormatan dan lain-lain. Prosesi Palang Pintu biasa diawali dengan pantun beriring musik marawis atau tanjidor.

Selain itu, Palang Pintu menghadirkan atraksi pertandingan silat yang biasanya sengaja menggunakan atribut senjata tajam antara pihak tamu dan penerima tamu. Selama pertandingan silat, pantun beriring musik marawis, gambang kromong, atau tanjidor umumnya tetap digaungkan.

4. Tanjidor

Tanjidor merupakan musik kesenian khas Betawi yang dulunya dipersembahkan untuk orang-orang Belanda. Kini iringan musik Tanjidor banyak digunakan sebagai iringan prosesi pernikahan, acara pesta maupun lainnya. Umumnya pertunjukan Tanjidor akan diisi sekitar 7 sampai 10 personil, yang sering menggunakan alat musik klariet, terompet, piston, trombone, dan lain-lain.

5. Lenong Betawi

Lenong merupakan pertunjukan peran khas Betawi yang dipercaya berkembang sejak abad ke-19. Di masa awal perkembangannya, alur cerita Lenong banyak bertema kerajaan, seiring kemajuan zaman cerita lenong Betawi banyak mengangkat tema keseharian dan balutan komedi.

Kesenian Lenong Betawi, pemainnya akrab disebut Panjak (sebutan untuk laki-laki) dan Ronggeng (untuk perempuan). Di mana untuk menambah kemeriahan pertunjukan, Lenong biasa diiringi kendang, kromong, gong, kecrek, dan lain-lain.

(Kurniawati Hasjanah)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement