Sebab, lanjut Junus, wisatawan yang datang ke Borobudur terdapat dua tipe, yang pertama mencari informasi dan kedua mendapat feeling tentang Borobudur itu sendiri.
“Feeling itu sulit diukur, sifatnya pribadi. Ketika mereka sudah dapatkan itu, ya untuk apalagi naik ke Borobudur. Itu yang belum dipikirkan. Ini alternatif, artinya membangun fasilitas tentang Borobudur lengkap dengan semua aspek,” katanya memungkasi.
(Rizka Diputra)