DIKABARKAN sebanyak 8 orang pasien di kawasan Jakarta Selatan (Jaksel) diduga terkena penyakit dari tikus. Meskipun akhirnya berdasarkan hasil lab menunjukkan terkena DBD, meskipun masih diteliti lebih lanjut.
Apalagi tikus yang ditemukan di Jaksel ternyata mengandung penyakit Leptospirosis. Maka warga harus lebih waspada terhadap tikus.

Menanggapi hal itu, Praktisi Kedokteran Fungsional, dr Novi Arifiani MKK Dipl ABRAAM menjelaskan, Leptospirosis disebabkan parasit leptospirosis yang menyebar dari urin mamalia terutama tikus.
Lebih lanjut, kata dr. Novi, biasanya jika ada genangan air atau tempat yang didominasi oleh tikus, akan menjadi media penularan leptospirosis terhadap manusia. Sehingga bisa mengkontaminasi air dan tanah di lingkungan sekitar penduduk.
BACA JUGA:Tikus di Jaksel Disebut Kena Leptospirosis, Penyakit Apa Itu?
"Kalau sudah banyak genangan air, biasanya akan naik (penularannya)," ujarnya saat dihubungi Okezone, Rabu (8/6/22).
Ia menegaskan, penularan melalui vektor tikus sebagai pembawa leptospirosis. Maka semakin besar populasinya, akan kian bertambah pula pasien yang terkena penyakit tersebut.
Menurutnya semua orang bisa tertular leptospirosis, baik anak-anak hingga orang dewasa. Bahkan jika orang dewasa yang terkena, maka akan lebih parah efek serta penyebarannya.
Oleh karena itu penyebaran penyakit ini harus dicegah agar tak membahayakan.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.