Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tikus Jaksel Bawa Leptospirosis, Ini 3 Tips Mencegah Penyakit dari Hewan Pengerat Itu!

Dyah Ratna Meta Novia , Jurnalis-Selasa, 07 Juni 2022 |14:55 WIB
    Tikus Jaksel Bawa Leptospirosis, Ini 3 Tips Mencegah Penyakit dari Hewan Pengerat Itu!
Tikus menimbulkan penyakit (Foto: Geb cat)
A
A
A

SAAT ini banyak orang cemas dengan penyakit misterius yang diduga berasal dari tikus. Meskipun saat ini masih menunggu hasil penelitian lebih lanjut.

Salah satu penyakit dari tikus adalah leptospirosis. Bahkan tikus di Jakarta Selatan (Jaksel) disebut membawa penyakit leptospirosis.

 tikus

Nah, penyakit ini meningkat karena banyaknya genangan air yang bisa menjadi media penyebar penyakit. Terlebih tikus suka buang air sembarangan.

Berdasarkan informasi dari WebMD, penyakit leptospirosis disebabkan oleh bakteri Leptospira interrogans. Bakteri ini hidup di ginjal tikus. Bakteri dapat terbawa keluar melalui urine tikus yang tercampur di tanah maupun air. Bila masuk ke tubuh manusia, bakteri ini dapat menginfeksi.

Dalam kebanyakan kasus, leptospirosis menyebabkan flu selama seminggu. Tapi pada kasus yang lebih parah, penyakit akan membaik dan kemudian kambuh lagi. Kondisi ini disebut penyakit Weil yang membuat nyeri dada serta lengan dan kaki bengkak sehingga untuk penyembuhannya pasien membutuhkan rawat inap. Bahkan penyakit ini dapat menyebabkan gagal ginjal, meningitis, masalah paru-paru, dan merusak organ tubuh.

Oleh karenanya, penting bagi masyarakat untuk mengetahui gejala dan cara pencegahan leptospirosis. Gejala penyakit ini meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot, kulit dan mata menguning, muntah, diare, serta ruam kulit.

 BACA JUGA:Tikus di Jaksel Disebut Kena Leptospirosis, Penyakit Apa Itu?

Untuk menentukan seseorang terserang penyakit ini atau tidak, biasanya dibutuhkan tes darah sebab gejalanya hampir mirip dengan penyakit lain.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement