Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ablasi Retina: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya

Destriana Indria Pamungkas , Jurnalis-Jum'at, 03 Juni 2022 |16:12 WIB
Ablasi Retina: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya
Ablasi Retina (Foto: Shutterstock)
A
A
A

ABLASI retina: penyebab, gejala, dan cara mengobatinya ini merupakan salah satu penyakit yang menyerang mata.

Penyakit ablasi retina menggambarkan situasi darurat di mana lapisan tipis jaringan (retina) di bagian belakang mata menarik diri dari posisi normalnya.

Ablasi retina merupakan kondisi mata serius yang terjadi ketika retina Anda - lapisan jaringan di bagian belakang mata Anda yang memproses cahaya - menarik diri dari jaringan di sekitarnya. Dokter juga menyebutnya detached retina.

Karena retina Anda tidak dapat bekerja dengan baik saat ini terjadi. Anda bisa mengalami kehilangan penglihatan permanen jika tidak segera diobati.

Ablasi retina merupakan pemisahan sel-sel retina dari lapisan pembuluh darah yang menyediakan oksigen dan nutrisi. Semakin lama ablasi retina tidak diobati, semakin besar risiko kehilangan penglihatan permanen pada mata yang terkena.

Tanda-tanda peringatan ablasi retina dapat mencakup satu atau semua hal berikut: munculnya floaters dan flash secara tiba-tiba dan penglihatan berkurang.

Dilansir Webmd, ablasi Retina: penyebab, gejala, dan cara mengobatinya ini perlu diilakukan pencegahan.

Salah satu, penyebab seseorang mengalami ablasi retina, seperti adanya luka pada mata, munculnya peradangan, komplikasi karena operasi mata, dan lain-lain.

Namun, dilihat dari mekanismenya, ada tiga jenis ablasi retina beserta penyebabnya, yaitu: ablasi retina regmatogenosa, ablasi retina eksudatif dan retina traksional

Ablasi retina regmatogenosa disebabkan karena terjadi robekan pada retina yang membuat cairan vitreus masuk dan menumpuk di dalam retina.

Jenis ablasi yang satu ini biasanya terjadi pada orang yang sudah berusia lanjut dan juga orang dengan rabun jauh, cedera mata, serta operasi mata.

Sedangkan ablasi retina eksudatif  adanya cairan atau darah yang tertumpuk di bagian belakang retina dan menyebabkan retina terlepas meski tidak menyebabkan robekan pada retina.

Serta, ablasi retina traksional terjadi pada penderita diabetes yang kadar gulanya tidak terkontrol dengan baik.

Untuk cara mengobati ablasi retina dengan melakukan perawatan yang dianjurkan oleh dokter. Salah satunya, melakukan laser (termal) atau pembekuan (cryopexy).

Selain laser bisa melakukan perawatan retinopeksi pneumatik. Ini bekerja dengan baik untuk robekan yang kecil dan mudah ditutup.

Langkah perawatannya dengan menyuntikkan gelembung gas kecil ke dalam gel vitreous Anda. Ini menekan bagian atas retina Anda, menutup air mata. Anda harus memegang kepala Anda dalam posisi tertentu selama beberapa hari untuk menjaga gelembung di tempat yang tepat.

Selain itu, perawatan abrasi retina ini dengan menjahit pita silikon (gesper) di sekitar putih mata Anda (disebut sklera). Ini mendorongnya ke arah robekan atau pelepasan sampai sembuh. Pita ini tidak terlihat dan terpasang secara permanen.

Dan yang terakhir bisa cara vitrektomi. Operasi ini memperbaiki robekan besar atau detasemen. Dokter Anda menghilangkan gel vitreous dan menggantinya dengan gelembung gas atau minyak. Vitrektomi juga mungkin mengharuskan Anda untuk menahan kepala dalam satu posisi selama beberapa waktu.

Demikian informasi mengenai ablasi retina: penyebab, gejala, dan cara mengobatinya. (RIN)

(Rani Hardjanti)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement