PERAN perempuan tak bisa dipisahkan dari keberhasilan pembangunan di Indonesia maupun dunia. Oleh karena itu, pada Obrolan Peneliti edisi tujuh belas Balitbang Hukum dan HAM mengangkat tema Peran Nyata Perempuan dalam Agenda G20: Pembangunan Ekonomi melalui Teknologi.
Kepala Balitbang Hukum dan HAM, Sri Puguh Budi Utami menjelaskan, tema ini digagas untuk merespons salah satu agenda utama Presidensi Indonesia dalam forum G20 yaitu transformasi ekonomi digital.

"Pemerintah Indonesia mengajak pemimpin negara dalam forum G20 untuk membangun ekonomi yang inklusif dengan cara memajukan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Data dari Kementerian Koperasi dan UKM menunjukkan bahwa 64,5% pemilik UMKM adalah perempuan," ujarnya.
Hal ini, terang dia, menjadi potensi yang besar untuk meningkatkan peran nyata perempuan dalam pemulihan ekonomi dunia dan pembangunan. Meski begitu, fakta menunjukkan bahwa belum semua UMKM perempuan memiliki akses yang cukup ke ekosistem pembiayaan dan digital.