Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Festival Aneh di China, 10.000 Anjing dan Kucing Dimakan Manusia

Ahmad Haidir , Jurnalis-Jum'at, 27 Mei 2022 |18:00 WIB
Festival Aneh di China, 10.000 Anjing dan Kucing Dimakan Manusia
Pedagang daging anjing di Yulin, China (Foto Reuters)
A
A
A

KUCING dan anjing termasuk hewan yang dekat dengan manusia yang sering dijadikan piaraan. Tapi, di Yulin, Guangxi, China ada sebuah festival yang menyajikan santapan daging kucing dan anjing. Tentu saja ini jadi festival aneh bagi sebagian orang Indonesia.

Festival Yulin memang jadi agenda rutin tahunan masyarakat setempat meski kontroversi karena dikecam oleh para aktivis pencinta satwa. Biasa digelar pada setiap 21 hingga 30 Juni.

 BACA JUGA: Kayong Utara Promosikan Pariwisata Melalui Festival Karimata 2022

Festival Yulin bisa berlangsung selama 10 hari di mana lebih dari 10.000 anjing dan kucing dimakan oleh masyarakat. Leci segar dan minuman keras juga tersedia di hajatan tersebut.

Festival tersebut pertama kali berlangsung pada 2009 untuk menandai musim panas yang telah tiba. Dan untuk diketahui, makan anjing adalah tradisi di China yang menurut cerita rakyat setempat, memakan daging hewan peliharaan tersebut selama bulan-bulan musim panas akan membawa keberuntungan dan kesehatan yang baik.

 

Beberapa orang juga percaya bahwa daging anjing dapat menangkal penyakit dan meningkatkan kinerja seksual pria.

 BACA JUGA: Diikuti Ekspatriat, Ratusan Peserta Semarakkan Festival Rujak Uleg di Surabaya

Festival Yulin pun telah menarik perhatian luas di dataran Tiongkok dan dunia internasional.

Sorotan terjadi tidak hanya karena tradisi tersebut melegalkan untuk menyantap hewan yang seharusnya tidak untuk konsumsi, tetapi karena temuan aktivis yang melaporkan bahwa hewan disembelih secara tidak manusiawi menggunakan tongkat di depan umum, serta praktik kebersihan festival yang tidak sesuai dengan peraturan Tiongkok.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement