TERMINAL 2 Bandara Changi di Singapura dibuka kembali secara bertahap mulai Minggu (29/5/2022) seiring trafik penumpang yang meningkat.
Sebelumnya, Terminal 2 Bandara Changi ditutup sejak Mei 2020 untuk proses pengembangan fasilitas terminal.
Mulanya, penangguhan sementara kegiatan di Terminal 2 rencananya berlangsung selama 18 bulan, namun diperpanjang akibat pandemi Covid-19.
Saat pengerjaan rampung pada tahun 2024, kapasitas terminal akan diperluas untuk melayani hingga 28 juta pergerakan calon penumpang per tahun dilansir dari Channel News Asia.

Kini pada tahap pertama pembukaan kembali Terminal 2 akan dilakukan di beberapa fasilitas utama yang menunjang kedatangan dan keberangkatan penumpang.
"Pada fase pertama pembukaan kembali Terminal 2 secara progresif ini, titik kontak utama seperti imigrasi kedatangan, sabuk pengambilan bagasi, dan gerbang kontak di sayap selatan terminal akan siap untuk operasi penerbangan,” ujar otoritas Bandara Changi.
Pihak otoritas Bandara Changi memaparkan, Terminal 2 juga akan menjadi tempat kedatangan penerbangan pada jam-jam sibuk, dari maskapai yang saat ini tengah beroperasi di Terminal 3.
Sejumlah penerbangan keberangkatan Terminal 3 dapat menggunakan gerbang keberangkatan Terminal 2.
Meski demikian, penumpang akan melanjutkan check-in dan menjalani proses keimigrasian keberangkatan di Terminal 3.
Fasilitas Terminal 2
Terminal 2 yang diperluas akan memiliki ruang imigrasi kedatangan yang lebih besar, dengan jalur imigrasi otomatis yang lebih canggih dan jalur bantuan khusus.
Jalur imigrasi otomatis akan melayani warga negara Singapura dan penduduk Singapura yang telah mendaftarkan biometrik iris dan wajah mereka ke Immigration and Checkpoints Authority, serta pengunjung asing yang memenuhi syarat dan telah menjalani hal yang sama setibanya di Singapura.
"Semakin banyak penumpang yang terdaftar, jumlah jalur imigrasi otomatis akan bertambah," tutur Wakil Presiden Eksekutif Manajemen Bandara Changi Airport Group (CAG), Tan Lye Teck.

Di ruangan klaim bagasi, akan ada tiga area pengumpul, dengan satu area yang telah diperpanjang untuk menampung lebih banyak tas.
Sementara itu, di jalur bantuan khusus (special assistance lanes), akan terdapat jalur yang lebih luas, sehingga memudahkan calon penumpang yang berkebutuhan khusus dan keluarga dalam kelompok besar untuk menjalani proses keimigrasian.
(Kurniawati Hasjanah)