Sementara itu, Kepala Bidang Pemasaran Disbudpar Aceh T Hendra Faisal mengatakan, Tour de Aceh 2022 tidak hanya jadi ajang balap sepeda semata, namun juga bagian dari pengembangan untuk menggalakkan sport tourism di Tanah Rencong.
"Ajang ini bagian dari sport tourism sekaligus mengenalkan kepada peserta akan keindahan alam yang ada di Aceh Tengah. Kita lihat tadi peserta sangat enjoy dan menikmati race," ucap Hendra.
Apalagi sport tourism merupakan atraksi wisata yang juga perlu dikembangkan guna mempercepat membangkitkan dunia pariwisata Aceh dan Aceh Tengah secara khusus pasca Covid-19.
Sebab itu, Pemerintah Aceh menempatkan pariwisata sebagai salah satu sektor yang mendapat prioritas untuk dikembangkan ke depan, dan akan menerapkan komponen Aksesibilitas, Amenitas dan Atraksi (3A) dalam membangun sektor pariwisata.
“Penguatan tiga komponen ini kita harapkan dapat menjadikan Aceh sebagai destinasi wisata yang aman, nyaman dan menawan,” ucap Hendra.
(Rizka Diputra)