PEMERINTAH tengah menggencarkan imunisasi vaksin HPV atau human papillomavirus untuk cegah kanker serviks bagi anak kelas 5 dan 6 SD. Namun, upaya pencegahan kanker serviks tak hanya mengandalkan vaksin HPV.
Hal itu disampaikan Ahli Epidemiologi Griffith University Australia Dicky Budiman. Menurutnya, selain vaksin HPV dimasifkan ke anak-anak perempuan Indonesia, pemerintah juga harus mengedukasi masyarakat pentingnya deteksi dini dan juga soal seks aman dan sehat.

"Bicara soal upaya mencegah kanker serviks, selain memberikan vaksin HPV, deteksi dini harus diperbanyak oleh pemerintah. Selain itu, edukasi soal seks aman dan sehat pun menjadi penting," kata Dicky saat dihubungi MNC Portal, Jumat (22/4/2022).
Sebab, Dicky menilai bahwa pemerintah sejauh ini belum begitu banyak melakukan aksi deteksi dini kanker serviks di masyarakat. Padahal, semakin cepat kanker ditemukan di stadium awal, maka penanganan bisa lebih baik.