Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah RA Kartini Meninggal Usai Melahirkan, Kondisi Medis Ini Diduga Jadi Penyebabnya

Tim Okezone , Jurnalis-Kamis, 21 April 2022 |08:00 WIB
Kisah RA Kartini Meninggal Usai Melahirkan, Kondisi Medis Ini Diduga Jadi Penyebabnya
RA Kartini meninggal usai melahirkan (Foto: Wikimedia)
A
A
A

SETIAP tanggal 21 April Indonesia memperingati Hari Kartini. RA Kartini tokoh pahlawan yang memperjuangkan emansipasi perempuan di Indonesia.

Di balik kisah hidupnya yang inspiratif dan penuh perjuangan, kepergian RA Kartini menjadi pilu bagi banyak orang. Terkhusus, RA Kartini meninggal usai melahirkan.

RA Kartini

Beberapa sumber menyatakan Kartini meninggal usai melahirkan anak tunggalnya Raden Mas Soesalit Djojoadhiningrat, diduga akibat preeklamsia. Penyakit ini dimulai biasanya pasca-kehamilan memasuki usia 20 minggu dan dapat menyerang ibu hamil dengan tekanan darah normal sekalipun.

Preeklamsia harus diwaspadai, karena penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi serius, bukan hanya untuk si ibu tapi juga bayi yang dikandungnya. Kematian adalah risiko paling serius dari penyakit ini dan itu yang diduga dialami Kartini.

BACA JUGA : 6 Tokoh Penting di Sekitar RA Kartini, dari Ayah hingga Sahabat Karib

Penyakit ini bisa dikenali meski tanpa gejala, salah satunya adalah dengan tekanan darah tinggi saat kehamilan dan kadar protein pada urine ibu hamil. Dalam beberapa kasus, preeklamsia juga dikenali dari ukuran kaki yang membesar disertai retensi air.

BACA JUGA : Sejarah Singkat Raden Ajeng Kartini, Pejuang Kesetaraan Hak Perempuan

Penyebab Preeklamsia

Dirangkum dari berbagai sumber, Rabu (21/4/2021), penyebab utama preeklamsia sampai saat ini belum bisa diketahui secara pasti. Namun, beberapa ahli percaya bahwa penyakit ini diawali dengan kelainan plasenta. Selain itu, preeklamsia juga ditandai dari penyempitan pembuluh darah serta reaksi yang cenderung berbeda terhadap rangsangan hormon. Kondisi ini mengurangi jumlah darah yang dialirkan ke janin.

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko preeklamsia, mulai dari kekurangan nutrisi, pernah mengalami preeklamsia sebelumnya, mengandung bayi kembar, hingga pasien diabetes, lupus, hipertensi, atau penyakit ginjal.

Cara Mencegah dan Mengobati Preeklamsia

Ibu hamil yang didiagnosis preeklamsia akan disarankan menjalani rawat inap di rumah sakit karena penanganan yang tepat akan mengurangi risiko keparahan kondisi kesehatan. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan nonstress test (NST) secara rutin untuk memastikan kesehatan janin.

Soal pengobatan, dokter akan meresepkan obat yang diharapkan dapat menurunkan tekanan darah, obat kortikosteroid yang dapat meningkatkan kinerja liver dan trombosit, serta obat antikejang.

(Helmi Ade Saputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement