Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Peneliti Sebut, Penyintas Covid Beresiko Alami Efek Samping Mematikan Mendadak

Pradita Ananda , Jurnalis-Senin, 18 April 2022 |20:13 WIB
Peneliti Sebut, Penyintas Covid Beresiko Alami Efek Samping Mematikan Mendadak
Ilustrasi Covid-19. (Foto: Freepik)
A
A
A

PENELITI mencatat mereka yang pernah terinfeksi Covid-19 memiliki resiko yang lebih besar terhadap efek samping yang sifatnya tiba-tiba dan mematikan. Hal ini diperlihatkan dalam studi penelitian yang baru-baru ini dipublikasikan dalam jurnal Nature Medicine.

Dalam studi yang digelar sebelum vaksin Covid-19 tersedia secara luas tersebut, menunjukkan adanya efek jangka panjang yang bisa dilihat pada jantung dan sistem vaskular di orang yang terinfeksi Covid-19, seperti dikutip The Sun.

Efek samping ini termasuk serangan jantung di dalamnya, yang mana saat terjadi membutuhkan tindakan medis seperti CPR langsung di tempat kejadian. Tanpa tindakan medis ini, seseorang bisa saja meninggal dunia.

Serangan jantung disebutkan lebih lanjut, merupakan salah satu dari 20 efek samping serius yang bisa menyerang para penyintas Covid. Selain itu, stroke yang mengancam nyawa dan pembekuan darah juga termasuk di dalamnya. Ditemukan 45 lebih banyak orang per 1.000 orang mengembangkan salah satu dari 20 kondisi ini, dibandingkan dengan orang yang tidak terinfeksi Covid-19.

Studi tersebut menemukan orang yang telah berjuang melawan Covid-19, punya risiko 2,5 kali lipat lebih tinggi terkena serangan jantung pada tahun berikutnya dibandingkan orang yang tidak terinfeksi Covid-19.

Penelitian digelar para ahli dengan melihat data lebih dari 11 juta orang veteran di Amerika, termasuk 154.000 orang yang terinfeksi Covid-19. Para ahli memperkirakan ada risiko (dalam kurun waktu setahun) untuk berbagai penyakit jantung dan pembuluh darah terjadi pada para penyintas Covid-19 tersebut.

Peluang terjadinya komplikasi meningkat seiring dengan tingkat keparahan penyakit Covid. Tetapi yang menjadi perhatian, peluang resiko ini bahkan tetap ada pada penderita Covid-19 dengan gejala ringan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement