Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pesona Cagar Alam Batang Palupuh, Surga Flora langka di Ranah Minang

Antara , Jurnalis-Sabtu, 16 April 2022 |10:00 WIB
Pesona Cagar Alam Batang Palupuh, Surga Flora langka di Ranah Minang
Bunga Rafflesia di Cagar Alam Batang Palupuh, Agam, Sumatera Barat (Antara)
A
A
A

Ketika terbuka pada bagian pusat bunga berwarna cokelat. Berbulu rapat sepanjang kurang lebih satu centimeter membulat bergaris tengah sekitar empat centimeter. Sedang ke arah luar berwarna putih melingkar pada area selebar lima centimeter berbulu pendek dengan warna coklat.

Bagian berwarna merah-cokelat mengkilap tanpa bulu disebut “cuping” (lobus) berbentuk lanset sebanyak 14-18 lobus dengan tambahan bangunan bagai cacing yang makin ke ujung bentuknya semakin meruncing. Panjangnya kurang lebih tujuh centimeter dan memiliki warna bunga yang cantik dan dapat bertahan sekitar 5-7 hari.

"Saat itulah semut akan datang berbondong-bondong menutupi hampir seluruh permukaan bunga," katanya

Setelah itu warnanya akan berangsur kusam menjadi hitam lalu membusuk. Dari ukuran sebesar kelereng sampai besar dan terbuka atau mekar dibutuhkan waktu yang cukup lama mencapai dua tahun.

Rhizanthes memiliki kemiripan karakter fisik dengan bunga Rafflesia, yaitu tidak memiliki batang, akar, daun, dan klorofil. Tumbuhan itu tidak dapat melakukan fotosintesis sehingga bergantung kepada inang untuk mendapatkan makanan.

Rhizanthes berbeda dengan tumbuhan parasit benalu (Loranthaceae) yang memiliki daun batang dan akar dan mampu memproduksi karbohidrat. Rhizanthes memperoleh energi dan makanan dari inangnya, yaitu Tetrastigma lanceofolia, tumbuhan berkayu memanjat yang dapat tumbuh hingga 50 meter.

Kunjungan wisatawan

Semenjak pandemi COVID-19 melanda dunia pada Desember 2019, wisatawan mancanegara tidak ada satupun berkunjung ke lokasi bunga langka dan dilindungi Undang-undang Nomor 5 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya itu.

Ini dampak dari ditutupnya penerbangan dari negara luar ke Indonesia. Sementara pengunjung paling banyak berasal dari Benua Eropa, Asia, Amerika dan lainnya.

"Tidak ada pengunjung dari luar negeri karena syarat orang masuk dari negara lain harus melakukan karantina dulu," kata salah seorang pegiat wisata di Batang Palupuh, Joni Hartono.

 Ilustrasi

Sebelumnya,sekitar 50-60 orang wisatawan mancanegara berkunjung ke daerah ini untuk melihat secara dekat bunga raffelsia itu.

Keberadaan bunga rafflesia itu dipromosikan melalui media daring dan media sosial apabila sudah ada yang mekar.

Bahkan, ia juga mempromosikan kepada pelaku wisata yang ada di Medan, Sumatera Utara, Bali, Singapura, Malaysia dan lainnya.

"Saya memberitahukan kepada pelaku pariwisata apabila ada bunga rafflesia yang mekar dan berkat promosi itulah, banyak wisatawan mancanegara berkunjung ke sini," katanya.

Ia menambahkan bunga rafflesia itu dikunjungi wisatawan mancanegara semenjak 1932.

Dengan kondisi itu, warga sudah biasa beradaptasi dengan turis asing dan ada yang mengerti bahasa Inggris.

Ia mulai bergerak sebagai pegiat wisata itu semenjak 2000, setelah pulang kampung sehabis merantau ke beberapa daerah di Indonesia.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement