BACA JUGA : 7 dari 10 Gen Z Rasakan Gejala Depresi Selama Pandemi, Ini Kata Psikolog
Kemudian tahap selanjutnya jika dibutuhkan adalah release. “Kedua adalah release, detoks. Ada berbagai cara. Menangi, menulis, melakukan hobi yang kita sukai juga bisa. Tapi jika intesitasnya tinggi, maka bisa membutuhkan bantuan profesional,” ujarnya.
BACA JUGA : Podcast Aksi Nyata Perindo: Medsos Bisa Picu Stres, Begini Cara Atasinya
Lalu cara terakhir yakni rekonstruksi agar tidak mengalami hal serupa. “Pikiran itu luas dan liar, kita harus pegang pakemnya, we are the boss. Jadi, ingat, kita punya hak kewajiban dengan apa yang mau atau kita ambil di pikiran kita,” kata Mazdha.
“Yang bahaya itu self defeating. Kalau itu terjadi, lama-lama bisa jadi kecemasan dan depresi. Tetapi once kita melakukan konfrontasi, kita bisa lebih bangkit,” ujarnya.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.