Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kenali Penyebab Biduran di Malam Hari, Hindari kalau Tak Mau Sulit Tidur

Asthesia Dhea Cantika , Jurnalis-Kamis, 07 April 2022 |15:33 WIB
Kenali Penyebab Biduran di Malam Hari, Hindari kalau Tak Mau Sulit Tidur
Ilustrasi Penyebab Biduran di Malam Hari. (Foto: Freepik)
A
A
A

Akibat Konsumsi Obat

Konsumsi obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan biduran. Obat-obatan seperti aspirin, ibuprofen, ACE inhibitors, dan obat pereda rasa sakit semacam kodein, harus diperhatikan pemakaiannya lantaran dapat menyebabkan biduran.

Biduran akibat konsumsi bahan kimia dalam makanan dan obat-obatan dapat digolongkan dalam jenis biduran akut atau acute urticaria. Biduran jenis ini bisa bertahan selama berhari-hari, bahkan sampai enam pekan lamanya.

Akibat Reaksi Alergi

Biduran dapat muncul di malam hari akibat alergi yang terjadi lantaran karena reaksi dari histamin, plasma darah yang keluar dari pembuluh darah kecil di dalam kulit. Histamin adalah zat kimia yang diproduksi dari sel-sel di sekitar pembuluh darah kulit akibat terjadinya alergi.

Alergi akibat reaksi alergi ini umumnya digolongkan dalam jenis biduran fisik atau physical urticaria. Biduran ini disebabkan oleh stimulasi fisik langsung terhadap kulit, seperti alergi pada suhu udara yang terlalu dingin maupun terlalu panas.

Bisa juga alergi karena udara yang kotor, debu, atau air kotor yang mengenai kulit. Biasanya biduran terjadi tepat ketika kulit terstimulasi. Kebanyakan biduran muncul dalam satu jam setelah terpapar. Itulah penyebab biduran pada malam hari yang perlu diketahui. Pastikan jika mengalami ciri biduran yang lebih parah segera periksa ke dokter untuk mendapat penanganan yang tepat.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement