Sementara untuk pengelola destinasi wisata, dia menyarakan agar disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.
Pastikan setiap karyawan yang bekerja dalam kondisi sehat, menyediakan fasilitas mencuci tangan, mengatur kapasitas pengunjung, dan memantau penerapan protokol kesehatan secara berkala.
Pengelola destinasi wisata, menurut Chusmeru, juga harus lebih kreatif dalam menarik wisatawan sekaligus tetap memperhatikan protokol kesehatan.
Di sela aneka hiburan, dia melanjutkan, ingatkan juga agar pengunjung mendapatkan vaksinasi Covid-19 dosis lengkap ataupun vaksin booster.
Chusmeru mengatakan, jangan menganggap jumlah kunjungan wisatawan akan berkurang selama Ramadan.
Musababnya, tak sedikit juga orang yang memanfaatkan momentum puasa untuk berwisata demi menghabiskan waktu atau mengalihkan perhatian selama berpuasa.
Pengelola destinasi wisata dapat menyediakan minuman atau makanan kecil gratis untuk buka puasa. Pengelola juga bisa menampilkan gambar atau musik dengan tema Ramadan.
(Kurniawati Hasjanah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.