Wisata ramah lingkungan
Terkait dengan dunia pariwisata, ada istilah yang cukup populer untuk mengungkapkan dukungan terhadap kelestarian bumi dan lingkungan hidup yaitu ecotourism. Istilah ecotourism dalam Bahasa Indonesia juga disebut ekoturisme atau ekowisata.
Makna ekowisata ini cukup beragam. Namun, dari berbagai sumber, dapat disimpulkan bahwa ekowisata ini adalah suatu bentuk tanggung jawab wisata ke suatu daerah yang masih alami, yang mendukung konservasi lingkungan, pemberdayaan masyarakat lokal, dan pembelajaran yang berkelanjutan.
Selain ekowisata, istilah lain yang sering terdengar adalah green tourism dan sustainable tourism. Lantas, apa bedanya? Green tourism lebih terarah pada serangkaian aksi yang menunjukkan pada aktivitas ramah lingkungan yang lebih spesifik. Contohnya, melakukan aktivitas daur ulang sampah, menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan, atau melakukan konservasi lingkungan di sekitar.
Sementara itu, sustainable tourism lebih berfokus pada langkah seputar pengembangan wisata dan implikasinya terhadap lingkungan alam, budaya, ekonomi, dan sosial untuk jangka panjang. Intinya, sustainable tourism terkait dengan cara agar lingkungan wisata tetap terjaga hingga masa selanjutnya. Meskipun begitu, sebenarnya arti ekowisata dengan green tourism (wisata hijau) dan sustainable tourism (wisata yang berkelanjutan) seringkali berkaitan satu sama lain.
Jika Anda ingin lebih banyak informasi dan inspirasi mengenai ekowisata dan ekonomi kreatif ramah lingkungan yang ada #DiIndonesiaAja, follow akun Instagram @pesona.indonesia dan TikTok @pesonaindonesia. Ikuti kegiatan Pesona Punya Kuis (PUKIS) untuk mendapatkan hadiah merchandise dan uang tunai dari Wonderful Indonesia.
Prinsip dan aksi
Jika pemahaman ekowisata masih sulit dipahami, kita bisa melihat prinsip-prinsipnya untuk mengetahui maknanya. Pertama, aktivitas ekowisata perlu bersifat ramah lingkungan, memberikan manfaat ekonomi berkelanjutan, dan harmonis dengan kondisi sosial-budaya.