Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Studi Terbaru: Vaksin Booster Sinovac Cegah Dampak Terburuk Gelombang Omicron di Hong Kong

Tim Okezone , Jurnalis-Jum'at, 25 Maret 2022 |20:40 WIB
Studi Terbaru: Vaksin Booster Sinovac Cegah Dampak Terburuk Gelombang Omicron di Hong Kong
Vaksin booster sinovac cegah dampak terburuk gelombang Omicron (Foto: Reuters)
A
A
A

STUDI dari University of Hong Kong mengungkapkan bahwa pemberian tiga dosis vaksin Covid-19 CoronaVac mampu mencegah kematian atau munculnya penyakit kronis pada masyarakat berusia 60 tahun ke atas hingga 98% selama pandemi Covid-19. Hal ini menunjukkan pentingnya pemberian booster bagi mereka yang telah menerima vaksin sebelumnya.

Setelah pemberian booster atau dosis ketiga vaksin pada masyarakat berusia 60 tahun ke atas, tingkat efektivitas vaksin Sinovac terhadap penyakit berat meningkat menjadi 97,9% dan tingkat efektivitas vaksin BioNTech menjadi 98,0%. Tingkat efektivitas vaksin Sinovac dan BioNTech dalam mencegah kematian meningkat menjadi 98,3% dan 98,1%.

Vaksin Sinovac

Studi tersebut juga menunjukkan bahwa bagi masyarakat berusia 60 tahun ke atas yang sudah menerima vaksin dosis kedua, tingkat efektivitas vaksin Sinovac dan BioNTech dalam mencegah penyakit kronis meningkat menjadi 72,2% dan 89,6%. Tingkat efektivitasnya dalam mencegah

kematian juga meningkat menjadi 77,4% dan 92,3%. Selain itu, studi lainnya telah membuktikan bahwa vaksin inaktif buatan Tiongkok ini memiliki tingkat keefektifan dan keamanannya yang luar biasa. Vaksin tersebut dapat mencegah efek samping yang serius seperti demam, miokarditis, dan reaksi alergi akut yang disebabkan oleh penggunaan vaksin mRNA dalam jumlah besar.

Temuan tersebut menganalisis pasien yang dirawat di rumah sakit selama gelombang Omicron di Hong Kong dan sangat membantu dalam penerapan strategi penanganan Covid-19 di Tiongkok.

BACA JUGA : Vaksin Booster Jadi Syarat Mudik, Begini Cara Ceknya

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement