Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dampak Buruk Mengasosiasikan Kebahagiaan dengan Nilai Bagus

Antara , Jurnalis-Minggu, 20 Maret 2022 |22:03 WIB
Dampak Buruk Mengasosiasikan Kebahagiaan dengan Nilai Bagus
Dampak buruk mengasosiasikan kebahagiaan dengan nilai bagus (Foto: Cafemom)
A
A
A

Sebagai contoh, terang Ratih, bila kebahagiaan hanya diasosiasikan dengan nilai bagus, maka kegembiraan akan menguap saat prestasi gagal dipertahankan. "Alih-alih bahagia, anak bisa tertekan dan stres, berubah jadi pemurung dan proses tumbuh kembangnya terhambat."

Selain itu, pemaknaan dan nilai-nilai mengenai kebahagiaan ini penting dibangun sejak masa anak-anak.

 BACA JUGA:Survei: 83 Persen Masyarakat Berpendapat Kekayaan Sumber Kebahagiaan

“Semakin dini usia anak, semakin baik. Orangtua dan guru memiliki peran yang begitu penting dalam proses membangun pondasi kebahagiaan ini. Dengan demikian, seluruh aspek perkembangan anak (kognitif, fisik, sosial dan emosional) akan berkembang secara optimal, anak lebih resilien, dan bahagia hingga masa dewasanya nanti."

(Dyah Ratna Meta Novia)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement