ADA 5 negara yang dianggap sebagai ancaman terbesar bagi Indonesia. Hal berdasarkan Survei Media Internasional (Median) yang dirilis pada akhir 2017 mengenai persepsi publik terhadap ancaman dari luar negeri.
Apa saja negara yang dianggap sebagai ancaman kepada Indonesia? Berikut ulasannya.
China
China menduduki peringkat pertama dengan skor sebesar 22.7%. Direktur Riset Median, Sudarto mengatakan dari lima negara tersebut, China menjadi negara yang paling mendapatkan tone negatif dari masyarakat Indonesia.
BACA JUGA: Wisatawan Australia Akhirnya Kunjungi Pulau Bali Setelah 2 Tahun Perbatasan Akibat Pandemi Covid-19
"Dominasi ekonomi menjadi alasan terbesar mengapa publik menganggap China sebagai ancaman," kata Sudarto.
Ia menuturkan, alasan publik menganggap Chinasebagai ancaman bagi Indonesia yakni dikarenakan negara Tirai Bambu itu menguasai ekonomi Indonesia. Persepsi publik akan hal ini mencapai angka 31,2%.
Sementara itu publik juga menilai produk China terlalu dominan di Indonesia sebesar 23,7%, komunis 7,5%, sudah banyak orang Tionghoa di Indonesia sebesar 6,5% dan membawa pornografi serta narkoba sebesar 6,4%.
Amerika Serikat
Negeri Paman Sam ini menduduki peringkat kedua dengan skor sebanyak 14.1%. Pada negara ini publik menganggap dominasi militer dan persepsi bahwa negara tersebut sering mengintervensi negara lain.
"Ini menjadi alasan terbesar mengapa publik menganggap AS sebagai ancaman Indonesia," ujar Sudarto.
BACA JUGA: Kemenparekraf Dukung Eksplorasi Wisata dan Misi Ekonomi dalam Mandalika Wonderful Ride 2022
Sebanyak 19,0% publik menilai persenjataan AS lebih modern. Lalu AS dianggap sebagai negara adidaya sebesar 15,5%, suka mencampuri urusan negara orang 12,1%, menguasai Freeport 10,3% dan budayanya beda dengan Indonesia sebesar 10,3%.
Malaysia
Sementara itu, alasan Malaysia dianggap sebagai ancaman Indonesia yakni negara tersebut dinilai sering mengklaim sesuatu yang menjadi milik Indonesia. Ini menjadikan Malaysia menduduki peringkat ketiga dengan skor 7.8%.
Persepsi publik terhadap hal ini sebesar 29,1%, sering mengusik Indonesia 28,1%, mengambil wilayah atau pulau di Indonesia 25,0%, menghina bangsa Indonesia 9,4% dan mereka sudah lebih maju sebesar 3,1%.