Setelah kejadian tersebut, si kakek menancapkan tongkat yang dibawanya ke tanah. Tiba-tiba, air memancar dari lubang bekas tongkat tersebut.
Semakin lama, semburan air itu semakin deras. Sementara, setelah menancapkan tongkat dan mencabutnya, si kakek tua menghilang.
Air yang memancar semakin deras membuat warga desa panik dan menyelamatkan diri.
Sementara itu, Nyai Endit justru sibuk menyelamatkan harta bendanya. Air pun menenggelamkan seluruh wilayah desa.
Nyai Endit tidak selamat. Dia tenggelam bersama dengan harta bendanya. Warga desa yang selamat dari bencana, memberi nama danau dengan sebutan Situ Bagendit.
(Kurniawati Hasjanah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.