Para orang terdahulu memilih menggunakan bebatuan ini sebagai kebuk arang karena sifatnya yang tahan panas. Pasalnya, proses pembuatan kayu arang memiliki tingkat kesulitan tinggi.
Sebenarnya ada 15 kebuk arang di lokasi tersebut. Tetapi hanya tersisa satu tempat ini, yang juga merupakan yang paling pertama dibangun.
Kayu arang pada masanya merupakan sumber panas yang penting. Di kebuk arang ini, setidaknya sekitar 1000-1500 batang pohon bakau yang mampu ditampung dalam satu kali produksi.
Tetapi seiring dengan berkembangnya zaman, produksi kayu arang ini perlahan berkurang dan akhirnya berhenti total pada tahun 1980-an. Kini hanya tersisa tempat pembuatan yang menjadi sejarah setempat.
Untuk menikmati destinasi wisata bersejarah ini, Anda bisa mengikuti sharing trip menggunakan kapal dengan biaya RM230 atau sekira Rp793 ribu untuk dewasa dan RM130 yang setara dengan Rp448 ribu untuk anak-anak
Sementara untuk menyewa kapal secara privat dikenakan biaya RM800 atau sekitar Rp2,8 juta per kapal. Harga-harga ini khusus untuk para wisatawan asing.
(Kurniawati Hasjanah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.