Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Liburan di Bali Saat Nyepi, Ini Info yang Perlu Kamu Tahu

Agustina Wulandari , Jurnalis-Kamis, 03 Maret 2022 |10:29 WIB
Liburan di Bali Saat Nyepi, Ini Info yang Perlu Kamu Tahu
Nyepi di Bali. (Foto: Dok.Pixabay/arnolduspt)
A
A
A

Nyepi mungkin kita ketahui sejak lama sebagai hari raya umat Hindu di Bali. Berbeda dengan hari raya lainnya, perayaan Nyepi identik dengan suasana sepi, tanpa aktivitas di seluruh penjuru Bali. Namun, mengapa Nyepi juga bisa jadi daya tarik tersendiri?

Melirik penamaannya, Nyepi berasal dari kata sepi, berarti juga sunyi atau senyap. Pada hari raya Nyepi, umat Hindu di Bali wajib menjalankan dan menciptakan suasana yang sepi atau sunyi. Artinya, tidak ada aktivitas sehari-hari seperti bekerja, kuliah, sekolah, atau bepergian ke berbagai lokasi.

Bahkan, menyalakan listrik, api, atau lampu pun tidak diperbolehkan saat Nyepi. Suasana yang tercipta pun benar-benar hening selama 24 jam, mulai dari pukul 06.00 pagi hari Nyepi hingga pukul 06.00 pagi hari berikutnya.


Umat Bali meyakini, peringatan hari Nyepi sebagai bentuk Amuter Tutur Pinahayu, yaitu “mengolah kesadaran dengan benar”. Berdasarkan kitab Hindu peninggalan Kerajaan Majapahit, yaitu Kakawin Arjuna Wiwaha, Mpu Kanwa mengajarkan tiga metode antara lain olah rasa, olah agama, dan olah buddhi.

Olah rasa untuk memahami hakikat keindahan, olah agama untuk memahami hakikat kesucian, dan olah buddhi untuk memahami hakikat kebijaksanaan. Rangkaian prosesi ritual Nyepi dapat dimaknai sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan yang sesungguhnya.

Catur Brata

Perayaan Nyepi yang diperingati umat Hindu merupakan upaya perenungan diri dan pembersihan diri lahir dan batin. Pada hari raya Nyepi, masyarakat Hindu Bali menjalankan Catur Brata Penyepian antara lain tradisi Amati Geni (tidak menyalakan api, lampu, dan listrik), Amati Karya (tidak bekerja/beraktivitas), Amati Lelungan (tidak bepergian) dan Amati Lelanguan (tidak bepergian, tidak berfoya-foya).

Selain melaksanakan Catur Brata Penyepian, umat Hindu melakukan Brata, Yoga, Tapa, dan Samadi. Brata berarti seseorang perlu mengendalikan hawa nafsunya, salah satunya dengan cara berpuasa saat Nyepi. Yoga diartikan sebagai jalinan hubungan dengan Sang Pencipta atau Paramatma. Dengan kata lain, saat Nyepi, seseorang akan meluangkan waktu secara khusus dan lebih mendekatkan diri kepada Tuhan.

Tapa menjadi semacam cara melatih diri untuk menderita. Menderita di sini bukan berarti menyiksa diri dengan senjata tajam, tetapi melatih diri untuk menghadapi situasi yang sulit, tidak mengenakkan, dan tidak mudah agar menjadi lebih kuat dalam menghadapi pencobaan.

Sementara itu, Samadi diartikan sebagai langkah untuk menyucikan diri sendiri agar layak di hadapan Sang Pencipta. Dengan kata lain, seseorang perlu membersihkan dirinya dan memohon ampun dari segala kesalahan dan dosa agar jiwanya kembali bersih dan lebih suci.

 

Foto: Wonderfulimage/Azhari Setiawan

Secara umum, momentum Nyepi juga bisa dimaknai sebagai penghentian aktivitas sehari-hari, menjauhkan diri dari hiruk-pikuk duniawi, pembersihan diri dari kesalahan, dan waktu untuk mendekatkan diri kepada Tuhan.

Nyepi juga menjadi salah satu momentum untuk menunjukkan sikap toleransi antarumat beragama. Jadi, meski bukan beragama Hindu, Anda bisa menghormati hari raya Nyepi atau turut menyepi baik di hotel atau tempat menginap lainnya sesuai aturan setempat ketika berada di Bali.

Demi kenyamanan Anda selama di Bali, ada baiknya memilih hotel yang telah tersertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety, dan Environmental Sustainability) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Program ini diluncurkan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan, sekaligus menekan laju penyebaran Covid-19.

Sisi positif dari perayaan Nyepi saat Anda staycation di Bali bisa dengan meluangkan waktu untuk berkontemplasi, mengheningkan diri, dan mendekatkan diri pada Tuhan. Dengan suasana Bali yang sunyi saat Nyepi, wisata yang bernuansa kontemplatif bisa Anda dapatkan di sini. Anda bisa melepaskan beban pikiran, menjauhkan diri dari kegiatan sehari-hari, melepas penat, dan berfokus pada perbaikan diri.

Perayaan lain

Hari raya Nyepi sebenarnya merupakan Tahun Baru menurut kalender Saka atau kalender Hindu. Mirip seperti kalender Masehi, kalender Saka juga memiliki 12 bulan, tetapi jenis penanggalannya berbeda.

Selain itu, Nyepi memiliki rangkaian perayaan yang terbagi menjadi beberapa kegiatan. Di antaranya adalah Melasti, Tawur Agung atau Ngerupuk, dan Ngembak Geni. Melasti biasanya digelar 2-3 hari sebelum Nyepi.

 

Tampak salah satu sesaji saat Nyepi di Melasti. (Foto: Barry Kusuma)


Acara Melasti meliputi kegiatan pembersihan perlengkapan sembahyang. Umumnya, Melasti diadakan di pantai, danau, air terjun, atau sumber mata air lainnya. Melasti ini juga biasanya menarik perhatian banyak wisatawan karena hanya dilakukan sekali dalam setahun.

Sehari sebelum Nyepi, umat Hindu di Bali melakukan upacara Tawur Agung. Ritual ini merupakan persembahan yang tulus ikhlas kepada alam semesta. Tidak hanya itu, pada sore harinya dilakukan prosesi pengerupukan (Ngerupuk), yaitu ritual menyalakan obor di rumah dan pekarangan, menebar nasi tawur, dan memukul benda-benda sehingga berbunyi riuh. Tujuan keriuhan ini antara lain untuk mengusir energi negatif di alam.

Acara Ngerupuk juga diikuti dengan pawai ogoh-ogoh. Ogoh-ogoh merupakan semacam patung yang diyakini sebagai wujud dari Bhuta Kala. Pawai Ogoh-ogoh ini diarak keliling desa dan kemudian dibakar sebagai perlambang untuk mengusir roh jahat.

Terakhir adalah perayaan Ngembak Geni. Sehari setelah Nyepi, umat Hindu Bali akan beramah-tamah dan saling mengunjungi sanak saudara dan tetangga atau Dharma Santi. Tujuan Dharma Santi ini antara lain saling memaafkan dan menjalin hubungan yang baik dan damai dengan sesama.

Jadi, meskipun tengah berada di Bali saat Nyepi, ada beberapa acara tradisi umat Hindu Bali yang bisa Anda saksikan. Anda pun bisa menyadari dan melihat keragaman tradisi dan budaya Indonesia.

Contohnya, upacara Melasti dan pawai ogoh-ogoh yang biasanya diminati banyak wisatawan domestik dan mancanegara. Arak-arakan umat Hindu Bali yang mengenakan busana adat dengan membawa sesaji di perempatan jalan akan menjadi daya tarik tersendiri.

Jika Anda tertarik menyaksikan rangkaian pawai ini, janganlah lupa untuk menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi. Kenakan masker, jagalah kebersihan, dan jagalah jarak saat berada di tempat umum.

Rangkaian upacara Nyepi dan tradisi yang dijalankan di Bali sangatlah unik, tidaklah mengherankan bila Bali menjadi salah satu magnet wisata #DiIndonesiaAja. Pemerintah melalui Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno pun dalam berbagai kesempatan mendorong Bali untuk bangkit, antara lain melalui ekonomi kreatif, dan tentu saja tradisi-tradisi khas setempat.

Ingin lebih banyak tahu informasi seputar destinasi dan ekonomi kreatif yang ada #DiIndonesiaAja, ikuti terus akun Instagram @pesonaid_travel dan ikuti keseruan Pesona Punya Kuis (PUKIS) untuk mendapatkan hadiah jutaan rupiah setiap minggunya bagi Anda yang beruntung. (WLD/VAL)

CM

(Agustina Wulandari )

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement