"Ya, manusia bisa tetap tertular kalau memang kekebalan tubuhnya sangat rendah. Kalau dia sehat dan imunnya kuat, enggak gampang terinfeksi Omicron," jelas Prof Amin yang juga merupakan ahli virus atau virolog.
Dalam kesempatan itu, Prof Amin pun menjelaskan bagaimana mutasi virus tidak selamanya menyebabkan keparahan pada manusia. Ya, tidak semua mutasi yang terjadi pada virus menguntungkan untuk si virus itu sendiri.
"45% dari mutasi malah menyebabkan virusnya mati. Lalu, sekitar 30% menyebabkan virus tambah lemah, 20% tidak menyebabkan perubahan apa-apa, dan hanya 4-5% mutasi menyebabkan virus tampah fit atau bisa menyesuaikan diri pada lingkungan (bertahan dalam sel, antibodi, obat yang ada di situ)," papar Mantan Kepala Lembaga Eijkman tersebut.
BACA JUGA: Bahaya Dampak Omicron pada Anak, Gagal Jantung hingga Diabetes
"Pada intinya, virus itu hanya ingin bertahan hidup. Nah, caranya bertahan hidup itu menyesuaikan diri dengan lingkungan dalam sel yang terinfeksi. Setiap kali virus mereplikasi diri, semakin mungkin terjadinya mutasi pada virus itu sendiri," tambahnya.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.