PAKAR Mikrobiologi Universitas Indonesia Prof dr Amin Soebandrio menjelaskan, Omicron memiliki mutasi yang sangat banyak dibandingkan varian Covid-19 lainnya.
"Omicron ini punya mutasi sampai 50 dan 30 di antaranya berada di spike protein. Spike tersebut berfungsi membuat Omicron mudah menempel pada reseptor ACE2 di tubuh manusia," terang Prof Amin dalam webinar, Kamis (24/2/2022).

Dengan mutasi yang jumlahnya banyak sekali, itu yang kemudian membuat Omicron dapat dengan mudah masuk ke sel tubuh manusia. Itu kenapa Omicron punya karakteristik gampang menyebar dan menginfeksi.
Tapi, Prof Amin punya harapan bahwa dengan banyaknya mutasi yang dimiliki Omicron, itu malah jadi 'senjata makan tuannya' virus tersebut. Sebab, secara alamiah, semakin banyak mutasi yang terjadi pada virus, tidak selamanya memperkuat si virus itu sendiri.
"Kami berharap, mutasi yang banyak pada Omicron justri menyebabkan nantinya virus itu jadi tidak lagi 'fit' atau tidak mudah menempel di reseptor ACE2 tubuh manusia," harap Prof Amin.
Dengan begitu, kemungkinan virus Omicron ini tidak gampang menyerang manusia bisa jauh lebih besar. "Jadi, Omicron nantinya mungkin hanya virus yang menyerang hewan, bukan manusia lagi," tambahnya.