4. Batasi orang yang kontak dengan si anak
Menurut dr McCready, membatasi siapa saja orang yang kontak langsung dengan si anak menjadi poin penting yang perlu diperhatikan untuk melindungi buah hati dari risiko terpapar Omicron.
"Membatasi kontak si anak di luar sekolah akan meminimalkan risiko dia terpapar Omicron," katanya.
"Saya juga menyarankan untuk tidak membiarkan si anak melepas masker di dalam ruangan, apalagi bermain dengan teman sebayanya di dalam ruangan tanpa masker," tambahnya.
5. Kelola stres anak
Memahami tanda-tanda si anak mengalami stres di masa gelombang Omicron juga penting untuk dilakukan orangtua. Ini demi menjaga kestabilan kesehatan mental si anak yang berdampak pada kekuatan sistem imun tubuh mereka.
"Jadilah orangtua yang terbuka dengan anak, sehingga dia bisa bercerita tentang hal apapun. Jangan kemudian bikin si anak lebih nyaman curhat di media sosial karena ini malah meningkatkan risiko kecemasan yang memengaruhi kesejahteraan kesehatan si anak," terang Profesor Psikologi di Roosevelt University Chicago, Steven Meyers, dikutip dari WebMD.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.