AWAL pekan ini, netizen dihebohkan oleh sebuah unggahan dari selebgram Kellycourtneyy di laman media sosialnya yang mengaku ditipu oleh salah satu agen perjalanan wisata di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dalam unggahan di media sosialnya, Kellycourtneyy mengaku telah membayar uang sejumlah Rp12 juta untuk perjalanan wisata selama tiga hari dua malam untuk enam pack di Labuan Bajo.
Media massa lokal maupun nasional pun ramai-ramai memberitakan secara luas tentang prilaku agen perjalanan yang dinilai dapat merusak citra pariwisata Labuan Bajo yang tengah "didandani" untuk menerima kunjungan wisatawan itu.
Ramainya pemberitaan terkait kasus penipuan yang dilakukan agen perjalanan "palsu" tersebut, membuat Menparekraf, Sandiaga Salahuddin Uno ikut merasa terganggu.
Menparekraf langsung menugaskan Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) sebagai satuan kerja Kemenparekraf di Labuan Bajo agar segera berkoordinasi dengan otoritas setempat di Manggarai Barat untuk menelusuri dan menindaklanjuti dugaan kasus penipuan tersebut.
Reaksi pemerintah daerah dan Menparekraf serta seluruh pemangku kepentingan ini tentu beralasan karena kejadian tersebut dapat mencoreng nama baik Labuan Bajo sebagai salah satu destinasi pariwisata unggulan yang ada di Tanah Air.

(Foto: Ist)
Pada Januari 2022 lalu, Labuan Bajo juga dihebohkan dengan peristiwa penelantaran sejumlah wisatawan oleh sebuah agen operator tur Cakrawala Traveller yang berasal dari Bogor, Jawa Barat.
Dalam kasus ini Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Barat telah memberikan sanksi tegas berupa larangan menjual paket wisata Labuan Bajo selama 1 tahun.
BPOLBF pun menyampaikan permohonan maaf atas peristiwa miris yang menimpa wisatawan tersebut.
"Kami meminta maaf atas ketidaknyamanan dan kerugian yang terjadi pada rombongan wisatawan yang menjadi korban penipuan," kata Direktur Utama BPOLBF, Shana Fatina.
Liburan aman
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI melalui BPOLBF menjamin liburan yang aman ke Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) lewat jasa agen perjalanan yang resmi.
"Kami mendata agen perjalanan resmi yang disiapkan melalui akses registrasi daring untuk mempermudah akses wisatawan ke agen resmi," katanya.
Upaya ini untuk menghindarkan wisatawan dari hal-hal yang merugikan saat berlibur ke Labuan Bajo.
Di sisi lain, penting bagi wisatawan untuk memiliki referensi daftar agen perjalanan resmi dalam melakukan kegiatan berwisata.

Dengan demikian, kata Shana, wisatawan bisa terhindar dari hal-hal yang tidak berkenan atau merugikan wisatawan ketika berlibur di lokasi wisata.
BPOLBF sendiri telah mendata lebih kurang 263 agen perjalanan resmi yang bisa dijadikan panduan rekomendasi berlibur aman bagi para wisatawan.
Bagi para wisatawan yang ingin berlibur ke Labuan Bajo pun Shana menyarankan agar melihat referensi dan mendaftar ke registration.labuanbajoflores.id.
Shana berharap para calon wisatawan tidak tergiur dengan harga murah, tapi juga memastikan legalitas agen perjalanan yang akan digunakan demi menjamin keamanan dan keselamatan para wisatawan itu sendiri.