Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

7 Kota di Indonesia Rayakan Imlek dengan Cara Unik, Perang Air hingga Tradisi Tolak Roh Jahat

Anisa Suci Maharani , Jurnalis-Minggu, 06 Februari 2022 |10:45 WIB
7 Kota di Indonesia Rayakan Imlek dengan Cara Unik, Perang Air hingga Tradisi Tolak Roh Jahat
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
A
A
A

ORANG Tionghoa merayakan Tahun Baru Imlek dengan suka cita. Mereka menggelar berbagai tradisi sesuai dengan budayanya masing-masing, tak terkecuali masyarakat di Tanah Air. 7 Kota di Indonesia ini rayakan Imlek dengan cara unik.

Tahun ini, Imlek jatuh pada tanggal 1 Februari 2022. Sejumlah perayaan di belahan dunia menjadikan Imlek lebih berwarna. Indonesia sendiri memiliki tradisi Imlek yang sangat beragam, mulai dari Imlek Fair di Medan sampai tradisi Tatung di Kalimantan Barat.

1. Imlek Fair, Medan

Masyarakat Tionghoa di Medan mempunyai acara rutin yang digelar setiap tahunnya. Dinamakan Imlek Fair, festival ini menampilkan beragam kesenian khas Tionghoa seperti tarian Barongsai. Selain itu tamu yang hadir dapat menikmati aneka kuliner yang di sajikan.

2. Pulau Kemaro, Palembang

Perayaan Cap Go Meh juga digelar di Pulau Kemaro, Palembang. Perayaan ini biasanya menarik ribuan pengunjung untuk datang. Mereka dapat menyaksikan pawai kesenian khas Imlek.

Tradisi Imlek

(Foto: MNC Portal/M Sukardi)

Beragam kegiatan memeriahkan acara Cap Go Meh di Palembang, termasuk kegiatan ibadah, persembahan untuk legenda Pulau Kemaro Siti Fatimah, dan penerbangan lampion.

3. Perang Air, Riau

Kepulauan Riau lebih tepatnya Kota Selatpanjang akan memiliki tradisi yang berbeda dari kota lain di Indonesia. Masyarakat Tionghoa di kota itu merayakan Festival Perang Air atau tradisi Cian Cui. Tradisi ini berawal dari permainan warga Tionghoa Selat Panjang, di mana peserta festival turun ke jalan dan melakukan perang air dengan menggunakan pistol air.

4. Glodok, Jakarta Barat

Masyarakat Tionghoa di daerah Glodok, Jakarta Barat, menggelar tradisi Patekoan. Tradisi ini dilakukan dengan menyediakan air teh gratis kepada para pejalan kaki yang melewati tempat itu. Seperti teh-teh China dan Jepang pada umumnya, teh yang disajikan tidak manis. Bagi pejalan yang lebih suka menikmati teh manis mereka bisa menambahkan gula pasir.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement