Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Siap Terbang 2024, Pesawat Hipersonik Cuma Butuh 1 Jam dari Beijing ke New York

Salwa Izzati Khairana , Jurnalis-Sabtu, 05 Februari 2022 |15:05 WIB
Siap Terbang 2024, Pesawat Hipersonik Cuma Butuh 1 Jam dari Beijing ke New York
Ilustrasi pesawat (dok. Freepik)
A
A
A

SEKELOMPOK ilmuwan di China tengah mengembangkan teknologi pesawat hipersonik yang mampu terbang hanya satu jam dari Beijing ke New York, Amerika Serikat.

Melansir News.com.au, roket dengan sayap tengah dirancang untuk terbang dengan kecepatan 7.000 mph dan tes dilaporkan akan dimulai tahun depan. Para ilmuwan berharap itu akan siap untuk mengudara pada tahun 2024 mendatang.

Sebuah video yang dirilis perusahaan menunjukkan pesawat terlepas dari sayap yang ditenagai oleh roket setelah lepas landas, sebelum melanjutkan ke tujuannya.

Sementara itu, sayap dan booster kemudian mendarat kembali di landasan peluncuran. Saat tiba, pesawat akan mendarat menggunakan tiga kaki yang terbentang dari belakang.

infografis

Perusahaan ini membanggakan akan dapat menghubungkan New York dengan ibu kota China hanya dalam satu jam.

“Kami sedang mengembangkan roket bersayap untuk transportasi point-to-point berkecepatan tinggi, yang biayanya lebih rendah daripada roket yang membawa satelit dan lebih cepat daripada pesawat tradisional,” ujar perusahaan tersebut.

Pesawat hipersonik merupakan bagian rencana hi-tech China dengan negara itu, dan mereka terus menggelontorkan sejumlah besar uang dan sumber daya ke sektor ini.

Pada akhir tahun lalu, rencana untuk sebuah pesawat yang dapat mengangkut sepuluh orang di mana saja dalam satu jam diluncurkan. Prototipe memiliki sepasang sayap delta yang mirip dengan Concorde yang dirancang Prancis dan Inggris, tetapi dengan ujung mengarah ke atas.

Pesawat hipersonik 148 kaki yang diusulkan lebih besar dari Boeing 737 dan memiliki dua mesin yang dipasang di atas badan utamanya. China juga telah mengembangkan mesin rudal nuklir 6.000 mph yang didasarkan pada desain yang ditinggalkan oleh NASA karena terlalu mahal.

Pejabat intelijen dan militer AS tercengang setelah China meluncurkan roket di luar angkasa yang membawa kendaraan luncur hipersonik yang mengelilingi dunia sebelum melaju menuju sasarannya. Rudal berkemampuan nuklir itu meleset dari targetnya sekitar dua lusin mil ketika diluncurkan secara diam-diam pada Agustus lalu.

Space Transportation mengumumkan, mereka telah mengumpulkan £34 juta untuk rencana pesawat luar angkasa hipersoniknya. Perusahaan baru-baru ini telah melakukan sejumlah tes terhadap kendaraan Tianxing 1 dan Tianxing 2. Tes penerbangan ke-10 dilakukan pada 23 Januari, diikuti oleh tes lain yang bekerja sama dengan laboratorium pembakaran di Universitas Tsinghua Beijing.

(Rizka Diputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement