Tiap warga yang melakukan mobilitas dari jalur travel bubble, lanjut Airlangga, juga harus memiliki Aplikasi PeduliLindungi dan Blue Pass.
Travel bubble sendiri bertujuan untuk menciptakan kunjungan aman baik bagi wisatawan mancanegara maupun kawasan yang dikunjungi. Karenanya, sumber daya manusia menjadi kunci untuk menyukseskan skema travel bubble.

Untuk itu, Kemenparekraf juga bekerja sama dengan Batam Tourism Polytechnic (BTP) untuk mencetak sumber daya manusia unggul sebagai upaya mempercepat kebangkitan ekonomi Kepulauan Riau dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya.
Lulusan dari BTP ini diharapkan dapat ikut terlibat dalam pengelolaan Sebanyak 1.200 kamar hotel yang telah dibangun di Bintan. Penerapan travel bubble ini diharapkan dapat menjadi kebijakan yang tepat manfaat, tepat sasaran, dan tepat waktu dalam membangkitkan sektor parekraf di Kepulauan Riau.
(Salman Mardira)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.