Meski robusta paling banyak produksinya, Daryanto menjelaskan bahwa masih ada potensi kopi lokal harganya dan kualitasnya naik jika arabicanya juga 'naik kelas. Dengan begitu, kesejahteraan petani kopi pun lebih baik di masa depan.
"Dengan ujung tombak arabica untuk menaikkan harga dan kualitas, ini otomatis semua ekosistem bisnis kopi ikut naik ke depannya, termasuk pada harga dan kualitas robusta," ungkapnya.
Di sisi lain Daryanto menjelaskan bahwa menjamurnya kedai kopi lokal sekarang ini memberi napas positif bagi kopi Indonesia semakin bersinar di rumahbsendiri. Jadi, banyaknya bisnis kopi lokal itu memicu industri kopi Indonesia secara keseluruhan.
Baca juga: Mengintip Toko Kopi Legendaris, Eksis sejak 1963
"Jadi, dengan uang asing masuk, itu bisa meng-create new market di bisnis perkopian ini. Mereka bakal buka cabang banyak, dan akhirnya konsumsi kopi kita naik," tambahnya.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.