“Apa yang ditunjukkan penelitian ini adalah, bahwa terlepas dari apa yang diterima seseorang pada awalnya, dikuatkan dengan salah satu dari tiga vaksin yang kami evaluasi yakni vaksin dari Moderna, vaksin dari Janssen dan vaksin dari Pfizer, menghasilkan respons antibodi yang baik di masing-masing kelompok vaksin,” ujar Dr. Robert Atmar.
Sementara itu, penelitian lain yang diterbitkan di Nature Medicine menemukan, ketika vaksin Pfizer atau Moderna digunakan sebagai dosis kedua untuk AstraZeneca, hal itu menyebabkan respons kekebalan yang lebih kuat jika dibandingkan dengan dua dosis AstraZeneca.
Tetapi sampai sekarang, penelitian mengenai suntikan booster masih terus berlangsung. Kalau data membuktikan bahwa pencampuran booster aman dan efektif, data tersebut berpotensi membantu menghindari kekurangan pasokan vaksin dan meningkatkan kecepatan peluncuran booster.
Baca juga: Booster Vaksin Covid-19 Bakal Dimulai pada 1 Januari 2022
Hal terpenting adalah bisa segera mendapatkan vaksin dan tidak terlalu khawatir tentang vaksin apa yang digunakan.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.