KAMPUNG Adat Tarung terletak di tengah Kota Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Nuansa tradisional sangat kentara salah satunya terlihat dari rumah-rumah adat yang terbuat dari alang-alang.
Warga Kampung Tarung masih sangat kuat mempertahankan adat dan budaya leluhurnya agar tak tergerus zaman. Inilah yang menjadi salah satu daya tarik wisata.
Baca juga: Pengalaman Seru Raline Shah Berkunjung ke Kampung Adat Sumba Barat
Salah satu ritual adat wajib masyarakat Tarung adalah Wulla Podu yang dalam bahasa Indonesia diartikan Bulan Pahit.
Prosesinya dilakukan dari pagi hingga mentari tenggelam. Puncak ritual ditandai dengan tarian oleh gadis dan pemuda setempat. Hujan yang turun membuat ritual ini semakin sakral.
Dalam ritual ini pula pusaka tombak adat dipamerkan. Tombak dibawa orang-orang pilihan di atas bebatuan kubur megalith di tengah kampung. Para penari akan berbalas tarian dengan tombak dan parang terhunus.
Jelang berakhirnya ritual, tetua adat melantunkan syair. Syair bercerita tentang pencipta, alam semesta dan manusia. Syair juga mengisahkan manusia yang tiba di Pulau Sumba.
Mengutip dari Wikipedia, Wulla Podu adalah warisan budaya yang erat kaitannya dengan agama Merapu.
Ritual ini dipercaya sebagai cara menjaga keharmonisan hidup manusia dengan leluhur, alam, dan hewan, sekaligus sebagai fase pembersihan diri, memohon keberkatan hidup juga bentuk rasa syukur.

Ritual ini terdiri dari beberapa rangkaian kegiatan seperti perbaikan tingkah laku, pengisahan cerita-cerita leluhur manusia, berburu babi hutan yang kemudian dijadikan indikator keberhasilan panen, serta prosesi sunatan dan pengasingan menuju pendewasaan bagi remaja akil balik.
(Salman Mardira)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.