Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Apa Beda Covid-19 dengan Penyakit Paru Obstruktif Kronik?

Antara , Jurnalis-Minggu, 28 November 2021 |13:39 WIB
Apa Beda Covid-19 dengan Penyakit Paru Obstruktif Kronik?
PPOK (Foto: Healthline)
A
A
A

MESKI sama-sama menyerang saluran pernapasan, namun ada gejala yang membedakan antara penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) dan Covid-19.

"Tidak ada demam pada PPOK, yang paling bahaya karena faktor usianya sama. Kalau Covid-19 semakin tua (usia penderita) maka angka mortalitasnya juga semakin tinggi, sedangkan PPOK biasanya pada usia di atas 50 tahun. Kalau dia kena Covid-19, angka kemungkinan dia meninggal juga tinggi," ujar dokter spesialis paru dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Cabang Jakarta, Budhi Antariksa.

 Covid-19

Selain itu, PPOK tak seperti Covid-19 yang ditandai batuk tetapi kebanyakan tidak berdahak, nyeri otot, gangguan penciuman, pada beberapa kasus pasien juga mengalami diare, nyeri perut dan infeksi saluran kemih.

Menurut Budhi, gejala PPOK hanya terbatas pada daerah pernapasan dan jika sesak napas lalu tidak terjadi perubahan hebat kemungkinan tidak disertai Covid-19.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement