JAKARTA - Terdapat beragam larangan yang tidak boleh dilakukan di Korea Utara, mulai dari gaya busana hingga membeli suatu barang.
Apabila terciduk membeli barang-barang yang dilarang, maka siap-siap akan dibakar atau dihancurkan.
Penasaran ada apa saja? Berikut 15 hal yang tidak bisa dibeli di Korea Utara yang telah dirangkum Okezone.
Coca cola
Minuman soda yang populer ini ternyata tidak bisa dibeli di Korea Utara. Meski begitu, masyarakat Korea Utara masih bisa menikmati minuman bersoda buatan Tiongkok. Biasanya minuman bersoda itu dapat ditemukan di pasar swalayan dan restoran mewah.
Liburan
Berbicara tentang liburan mungkin hal yang umum di Indonesia. Namun, bagi masyarakat Korea Utara liburan termasuk hal yang dilarang.
Tak hanya liburan keluar negeri, bahkan untuk berlibur ke ibu kota juga tidak diperbolehkan. Hal ini mengingat Ibu Kota Korea Utara merupakan tempat tinggal bagi orang-orang kaya, sementara untuk orang luar harus memiliki rumah atau bisnis di sana.
Baca Juga:
Hindari Pakai Sandal Jepit saat Naik Pesawat, Ini Alasannya
Hati-hati, Ini Penyebab Harus Minta Tisu Toilet yang Baru Saat Pesan Kamar Hotel
Majalah
Berbagai informasi dipantau secara ketat oleh pemerintah Korea Utara sehingga majalah asing dilarang beredar di negara ini. Hal ini untuk mencegah terjadinya pencucian otak oleh media asing. Jika terdapat majalah bukan terbitan pemerintah, maka akan dihancurkan.
Meski begitu, masyarakat Korea Utara bisa membaca majalah yang dikeluarkan oleh pemerintah. Namun, majalah-majalah itu berisikan tentang pemimpin Korea Utara dan propaganda.
Cat dan model rambut
Pemerintah Korea Utara menetapkan 15 aturan untuk potongan rambut bagi pria dan wanita yang dapat dipilih. Untuk kaum wanita yang telah menikah, mereka harus memotong rambutnya menjadi pendek, sementara yang belum menikah bisa memanjangkan rambutnya dengan dikriting. Sedangkan bagi pria, mereka harus memiliki potongan rambut kurang dari 3 inci dan untuk lelaki muda harus kurang dari 2 inci.
McDonald's
McDonald's telah tersebar luas di berbagai negara, tetapi tidak dengan Korea Utara. Restoran cepat saji satu ini tidak dapat ditemukan di Korea Utara karena bermasalah terhadap sanksi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).