Beberapa orang juga kemungkinan mewarisi kemampuan yang lemah dalam memecah atau menyingkirkan bahan kimia penyebab kanker dalam tubuh (asap tembakau). Kelemahan tersebut lah yang menempatkan mereka pada risiko yang lebih tinggi untuk terkena kanker paru-paru.
Orang dengan enzim perbaikan DNA abnormal sangat rentan terhadap bahan kimia dan radiasi penyebab kanker. Beberapa kanker paru-paru non-sel kecil (NSCLCs) membuat terlalu banyak protein EGFR (yang berasal dari gen EGFR abnormal). Perubahan gen spesifik ini terlihat lebih sering dengan adenokarsinoma paru-paru pada wanita muda Asia yang tidak merokok, tetapi kelebihan protein EGFR juga terlihat pada lebih dari 60% NSCLC metastatik.
Untuk saat ini, dokter menyarankan agar semua orang menghindari asap tembakau dan paparan lain yang dapat meningkatkan risiko kanker mereka.
3. Perubahan gen faktor lingkungan
Perubahan gen selama hidup seseorang pun memiliki risiko lebih tinggi dibanding gen yang diwariskan. Mutasi yang diakibatkan oleh paparan faktor lingkungan, bahan kimia penyebab kanker dalam asap tembakau. Tetapi perubahan gen juga terkadang bisa terjadi secara acak di dalam sel, tanpa penyebab dari luar.
Perubahan yang didapat pada gen tertentu, seperti gen supresor tumor RB1, dianggap penting dalam perkembangan SCLC. Sama halnya dengan perubahan gen pada gen supresor tumor p16 dan onkogen K-RAS, juga penting dalam perkembangan NSCLC. Oleh karena itu, tidak semua kanker paru-paru memiliki perubahan gen yang sama, jadi pasti ada perubahan pada gen lain yang belum ditemukan.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.