Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengenal Tradisi Unagi di Jepang, Memasukkan Belut ke Organ Intim Wanita hingga Orgasme

Kurniawati Hasjanah , Jurnalis-Jum'at, 05 November 2021 |09:00 WIB
Mengenal Tradisi Unagi di Jepang, Memasukkan Belut ke Organ Intim Wanita hingga Orgasme
Wanita Jepang (Freepik)
A
A
A

TERDAPAT beragam festival unik dimiliki di Jepang, satu di antaranya tradisi unagi. Unagi berarti belut dalam bahasa Indonesia. Berbeda dengan belut di Indonesia, belut di Jepang memiliki ukuran lebih besar, diameternya bisa mencapai 6-7 cm apabila sudah berusia dua tahun.

Dilansir dari beragam sumber, tradisi unagi telah ada sejak era Yunani kuno.

 Baca juga: 14 Fakta Oiran Jepang, Pekerja Seks Berpangkat Tinggi

Wanita Jepang saat itu membiarkan si hewan licin ini bergerak di dalam organ kewanitaannya. Hal tersebut nantinya membuat wanita terasang hingga mencapai orgasme.

Hal ini dilakukan karena belut dianggap sebagai afrodisiak alami atau senyawa pembawa rangsangan alami untuk masyarakat Jepang.

 

Meski demikian, tradisi unagi ini bisa membahayakan dan bisa merusak organ kewanitaan.

Baca juga: Konsei Matsuri, Festival Unik di Jepang Agar Wanita Enteng Jodoh

Belut bisa membawa bakteri salmonella dan berbagai parasit lainnya yang berbahaya untuk kesehatan organ intim.

Untuk itu, tradisi unagi ini telah hilang di era modern karena wanita menganggap hal tersebut kotor.

(Salman Mardira)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement