KEBIJAKAN wajib tes swab Polymerase Chain Reaction (PCR) bagi penumpang pesawat dinilai sangat menyusahkan dan dapat menghambat kunjungan pariwisata.
Ketua Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Sulawesi Selatan, Didi Leonardo Manaba menegaskan, pemberlakuan tes PCR selama PPKM membuat kunjungan wisata ke Sulsel kian lesu.
Sebab, persyaratan sebelumnya hanya cukup dengan tes swab antigen, warga Indonesia bisa masuk ke Sulawesi Selatan. Padahal pergerakan pada sektor pariwisata, menurut Didi, sudah mulai terlihat.
"Ini sudah mulai ada pergerakan akan tetapi pergerakan itu agak tersendat dengan masih diwajibkannya orang tes PCR dan antigen. Itu bukan hanya berat secara fisik tapi di finansial juga," ujar Didi.
Ia menegaskan bahwa pernyataan tersebut bukan bermaksud menentang kebijakan pemerintah terkait pemulihan kesehatan masyarakat melawan pandemi Covid-19, tetapi ia juga meyakini bahwa hal itulah yang terjadi.
Baca juga: Banyak Orang Ngeluh Naik Pesawat Wajib Tes PCR, Sandiaga: Semua Kita Tampung

Maka pihaknya berharap agar pemerintah membuka keran untuk melakukan aktivitas ke Sulsel yang merupakan destinasi Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE). Sedangkan terkait peningkatan wisatawan, dirinya menargetkan peningkatan kunjungan wisatawan domestik.
"Sejak Januari lalu kami siapkan pariwisata domestik, karena itulah yang paling dekat, kami tidak mau muluk-muluk berbicara wisata internasional, yang di depan mata saja dulu dan alhamdulillah sudah mulai ada pergerakan meski sedikit," tuturnya.