Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jakarta Peringkat 46, Ini 5 Kota Teraman di Dunia Pasca-Pandemi

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Senin, 11 Oktober 2021 |16:14 WIB
Jakarta Peringkat 46, Ini 5 Kota Teraman di Dunia Pasca-Pandemi
Kopenhagen di Denmark dinobatkan sebagai kota teraman di dunia pasca-pandemi (Foto Freepik)
A
A
A

Toronto

Kota terbesar Kanada itu berada di peringkat kedua dalam indeks, dengan skor tinggi dalam infrastruktur dan keamanan lingkungan. Warga memuji kultur yang inklusif dan menghargai strategi komunikasi yang menyasar seluruh komunitas, terutama ketika menyangkut vaksinasi.

Warga Toronto Farida Talaat menceritakan bagaimana pemerintah kota menggelar sejumlah program vaksinasi khusus bagi kelompok masyarakat tertentu untuk membuat kota menjadi lebih aman.

Misalnya, Homebound Sprint Vaccination Plan untuk memberikan vaksin dosis pertama bagi para warga yang tidak dapat meninggalkan rumah mereka; dan Black Scientists' Task Force on Vaccine Equity yang dibentuk sejak awal program vaksinasi untuk memastikan kesetaraan bagi komunitas warga kulit hitam dan etnis minoritas lainnya.

Penduduk setempat juga merasa aman karena Toronto adalah kota yang multikultural. "Di Toronto, adalah normal jika Anda berasal dari luar Kanada. Saya mendapati bahwa kelompok etnis dan budaya yang berbeda-beda berinteraksi satu sama lain dan tidak hidup secara terpisah-pisah," kata Filipe Vernaza yang telah tinggal di Toronto sejak 1998.

"Sekelompok orang yang Anda temui di jalan kemungkinan besar terdiri dari orang-orang dengan berbagai etnis, orientasi seksual, dan agama. Toronto adalah kota yang sangat berpikiran terbuka tempat Anda bisa merasa aman menjadi diri sendiri. "

Singapura

Menempati peringkat kedua dalam keamanan digital, keamanan kesehatan, dan keamanan infrastruktur, Singapura menggunakan semua kekuatan tersebut untuk bergerak cepat pada hari-hari awal pandemi, meluncurkan pemantauan digital dan pelacakan kontak.

Negara ini juga membanggakan salah satu tingkat vaksinasi tertinggi di dunia (saat ini mencapai 80%), tetapi masih memerlukan pemantauan ketat dan pelacakan kontak dalam menghadapi varian baru.

"Sebelum mereka dapat memasuki bangunan atau tempat umum, semua warga perlu memindai token TraceTogether atau aplikasi di telepon mereka untuk check-in SafeEntry," kata penduduk Singapura Sam Lee, yang mengelola sebuah blog perjalanan.

Ilustrasi

"Ini memungkinkan [pihak berwenang] untuk dengan cepat melacak individu yang mungkin telah berbaur atau berinteraksi dengan orang yang terinfeksi sehingga dapat segera mengeluarkan perintah karantina untuk menahan atau memutus rantai penularan virus."

Wisatawan juga perlu menginstal token TraceTogether atau menyewa telepon yang memiliki aplikasi itu sebelum masuk ke negara Singapura.

Bekerja dari rumah telah menjadi standar di sebagian besar tempat kerja untuk mengurangi interaksi, yang menurut Lee membuat transportasi umum menjadi kurang ramai. Akses masuk ke tempat wisata dan pusat perbelanjaan dibatasi, dan petugas memantau kerumunan untuk memastikan masyarakat mematuhi protokol kesehatan; individu yang melanggar akan didenda.

Masyarakat juga dapat melacak sendiri kerumunan di mal, kantor pos, dan toko kelontong dengan aplikasi Space Out yang baru diluncurkan.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement