Akan tetapi, lanjut dia, banyak faktor yang bisa menyebabkan menurunnya produksi kopi, misalnya sisi produktivitas, aspek lahan, serta aspek konsumsi.
"Memang ada estimasi bahwa sejumlah wilayah di kawasan Nusa Tenggara Timur, termasuk Flores, misalnya, akan jadi lebih kering. Hal ini tidak saja berdampak pada tanaman kopi, melainkan juga pada flora dan fauna yang hidup di daerah tersebut," katanya.
Lebih lanjut dia mengatakan, kanekaragaman hayati memang berpotensi terancam oleh perubahan iklim, apabila manusia tidak mampu melakukan intervensi dalam bentuk adaptasi dan mitigasi dengan baik.
Sementara itu, barista sekaligus pemilik kedai kopi, Viki Rahardja, melihat alasan lain mengapa kopi disebut-sebut akan langka. Ia menilai, dengan pertumbuhan kedai kopi yang begitu menjamur, suplai dan permintaan jadi tidak seimbang.
Kemudian, produksi kopi di Indonesia tidak sebanding dengan pertumbuhan coffee shop yang begitu cepat.
(Martin Bagya Kertiyasa)