Tidak adanya bukti yang cukup untuk menunjukkan ubasute telah umum dipraktikkan di masa lalu, hingga kini ubasute terbatas dalam legenda saja.
Namun, kisah-kisah ini telah memicu praktik ubasute modern. Di mana praktik ubasute itu tengah dihidupkan kembali.
Misalnya, dilaporkan pada tahun 2015, seorang pria berusia 63 tahun didakwa karena membuang kakak perempuannya yang lumpuh di lereng gunung untuk meninggal pada tahun 2011.

Dalam laporan lain, seorang wanita ditangkap karena membuang ayahnya yang sudah lanjut usia di halte layanan jalan raya pada tahun 2018.
Selanjutnya, akibat dari kemiskinan, semakin banyak orang yang membawa kerabat lanjut usia ke rumah sakit dan lembaga amal untuk diadopsi.
Jelas bahwa ubasute telah memikat orang selama berabad-abad karena nada suram dan emosionalnya. Praktik ini telah menjadi legendaris, bahkan mempengaruhi karya seni dan sastra dengan hebat.
(Salman Mardira)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.