“Misalnya maskapai A ada 3 jenis peswat, propeler, jet, helikopter. Maskapai memberikan gaji, contoh ya, anggap saja untuk propeler USD10.000 atau Rp145 jutaan, untuk jet USD15.000 atau Rp218 jutaan, helikopter USD20.000 atau Rp292 jutaan. Lalu ada maskapai B, hanya ada pesawat jet. Mereka bisa saja menawarkan gaji USD8.000 atau Rp116 juta untuk captain,” jelas Captain Vincent dilansir dari channel YouTube-nya.
“Variabelnya (untuk pertimbangan gaji pilot-red) banyak sekali, tergantung dari maskapainya,” kata dia.
Perusahaan maskapai yang sedang sangat membutuhkan pilot biasanya akan menawarkan gaji lebih tinggi dibanding maskapai pesaingnya. Hal ini dilakukan untuk menarik perhatian pilot.
“Maskapai yang desperate membutuhkan pilot akan memberikan gaji yang lebih besar dibanding maskapai-maskapai lainnya. Karena jika satu maskapai tidak mau bersaing untuk memberikan gaji yang cukup kepada pilotnya, mungkin dia tidak akan mendapatkan pilot,” tandasnya.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.