Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dijarah saat Perang Teluk, Puisi Tertua di Dunia Berusia 3.500 Tahun Akhirnya Kembali

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Senin, 27 September 2021 |15:02 WIB
Dijarah saat Perang Teluk, Puisi Tertua di Dunia Berusia 3.500 Tahun Akhirnya Kembali
Artefak Irak yang dijarah saat Perang Teluk dikembalikan ke Irak (US Immigration And Customs Enforcement via BBC)
A
A
A

SEBUAH tablet kuno dari tanah liat, yang mengisahkan bagian dari epos raja manusia setengah dewa, telah diserahkan kembali ke Irak oleh Amerika Serikat.

Dikenal sebagai Tablet Mimpi Gilgamesh, teks religius berusia 3.500 tahun itu menampilkan secuplik puisi Sumeria dari Epos Gilgamesh.

Tablet itu adalah salah satu karya literatur tertua di dunia dan dijarah dari sebuah museum di Irak, kala Perang Teluk berkecamuk pada 1991.

Baca juga: Amerika Akhirnya Sudi Kembalikan 17 Ribu Artefak Kuno Hasil Jarahan di Irak

Selama 30 tahun terakhir, tablet itu diselundupkan dari satu negara ke yang lain, disertai dengan dokumen palsu.

Hingga akhirnya, dua tahun lalu, tablet itu dipamerkan di sebuah museum yang berlokasi di dekat pusat pemerintahan AS.

Pada Kamis (23/9), barang kuno itu akan memulai petualangan kembali ke kampung halamannya, dalam sebuah upacara formal di Institut Smithsonian di Washington DC.

Puisi tertua di dunia

Epos Gilgamesh adalah puisi tertua yang diketahui, yang bagiannya dikisahkan juga dalam Alkitab Ibrani.

Tablet itu ditulis dalam bahasa Akkadia, dengan aksara paku - suatu sistem penulisan pada tanah liat yang digunakan oleh Mesopotamia kuno ribuan tahun lalu.

Ilustrasi

Para akademisi menemukannya pada 1853 di reruntuhan perpustakaan raja Asiria, Assur Banipal, di Irak utara.

Kisah dalam tablet itu berkutat pda Raja Gilgamesh dari Uruk - suatu wilayah yang kini berada di Irak Selatan.

Baca juga: Museum Budaya Mosul Mulai Bangkit dari Kehancuran

Cerita tentang Raja Gilgamesh didasarkan pada kisah nyata seorang raja yang memerintah antara tahun 2.800 - 2.500 SM.

Dikisahkan, Raja Gilgamesh adalah manusia setengah dewa dengan kekuatan super yang kekuatannya diwariskan dari ibunya.

Didampingi oleh Enkidu yang menjadi temannya, Gilgamesh membunuh Kerbau Surga, yang merepresentasikan kekerasan pada dewa.

Lewat petualangan itu, ia mencoba mengungkap rahasia dari kehidupan abadi.

Dalam petualangan lain, ia menyelam ke dasar samudar untuk mengumpulkan tanaman abadi, yang kemudian dicuri darinya oleh seekor ular.

Ilustrasi

Epos Gilgamesh (The Trustees of The British Museum via BBC)

Tablet Mimpi itu juga menceritakan bagian dari epos di mana sang pahlawan menceritakan mimpinya kepada ibunya.

Baca juga: Mengintip Isi Museum CIA, Ini 4 Koleksi Barang Intelijen Sarat Sejarah

Sang ibu kemudian menafsirkannya sebagai pengumuman akan kedatangan teman baru, yang akan mendampinginya dalam petualangan.

"Kekuatannya sekuat sebongkah batu langit... Kamu akan melihatnya dan hatimu akan tertawa," katanya.

Di kolom lain dari tablet, seorang perempuan membawa pendamping Gilgamesh, Elkindu, ke kandang gembala untuk berhubungan badan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement