Ikigai juga bisa berarti tujuan besar dalam hidup, seperti memiliki impian punya bisnis yang maju atau membeli rumah idaman. Nah untuk memahami lebih dalam tentang konsep ini, Ken menjelaskan lima pilar dalam menemukan Ikigai.
Pertama, mulailah dari hal-hal sederhana, lalu bebaskan diri Anda, selanjutnya biarkan mengalir begitu saja, kemudian buatlah hal-hal kecil yang membuat Anda merasa bahagia, dan terakhir, adalah be present and in the now atau ingatlah Anda sudah berada di titik ini dan masa kini.

dr. Ken Mogi (Foto: Dok.YouTube AIA Healthy Living)
“Ikigai membantu kita menemukan hal-hal kecil yang bikin hati senang di luar profesi kita,” kata Ken.
Setelah menjelaskan tentang lima pilar Ikigai, Ken lalu lanjut berdiskusi dengan AIA Ambassador Nicol David dari Malaysia dan Will Dasovich dari Filipina dalam topik ‘Conversation: How to Purpose (Ikigai) and Harmony (Nagomi)’.
Nicol David merupakan mantan juara dunia squash yang berbagai cerita tentang Ikigai-nya, yaitu bermain squash, menari, menggambar, dan makan. Sebagai orang Malaysia, Nicol mengaku selalu bersemangat untuk urusan makanan, mulai dari berbelanja bahan makanan hingga memasak.
Di Indonesia, konsep Ikigai sudah banyak dikenal sejak 2017, terutama karena buku Ikigai: The Japanese Secret to a Long and Happy Life karya Hector Garcia dan Fransesc Miralles yang menjadi best-seller.